Asuransi Jiwa Terbaik

Asuransi Jiwa Terbaik : Jenis-jenis dan 5 Tips Terbaik untuk Memilih

Halo teman-teman, kembali lagi bersama admin. Seperti biasa, kali ini admin ingin membagikan informasi yang pastinya bermanfaat untuk pembaca sekalian. Topik kita kali ini adalah mengenai Asuransi Jiwa Terbaik. Ayo kita ikuti artikelnya di bawah ini.

Kesehatan saat ini merupakan salah satu hal mahal yang sangat diinginkan oleh semua orang, terutama di era pandemi COVID-19 seperti sekarang. Dapat dikatakan bahwa memiliki asuransi sejalan dengan kebutuhan esensial memiliki tempat tinggal. Untuk menemukan produk asuransi dengan manfaat yang setidaknya komprehensif, sebaiknya pahami panduan dalam memilih asuransi.

Untuk melindungi kesehatan dan kondisi tubuh, tidak hanya menjaga pola makan secara konsisten, tetapi juga olahraga dan istirahat yang konsisten.

Ketika berbicara tentang asuransi, selalu ada preferensi yang disajikan sesuai dengan kategori cakupannya masing-masing. Tentu saja, Anda mungkin sering mendengar tentang asuransi jiwa, bukan? Asuransi jiwa adalah perlindungan yang bertujuan untuk mengatasi dampak finansial seseorang dalam kesulitan. Risiko ini dapat terkait dengan usia, tujuan hidup seseorang, atau situasi keuangan.

Baca Juga : 10 Cara Efektif Mengatur Keuangan Keluarga untuk Masa Depan yang Lebih Stabil

Setiap perusahaan asuransi biasanya menawarkan produk asuransi jiwa. Untuk lebih memahami seberapa bermanfaat jaminan ini dalam hidup Anda, Generali akan menjelaskan lebih rinci di sini. Anda juga akan diminta untuk memahami jenis-jenis asuransi jiwa dan panduan memilih asuransi jiwa terbaik. Perhatikan baik-baik ya!

Pentingnya Memiliki Asuransi Jiwa Terbaik

Asuransi Jiwa Terbaik

Asuransi jiwa sering terdengar menakutkan, karena selalu terkait dengan kematian. Jangan khawatir, keberadaan asuransi jiwa sangat bermanfaat terutama bagi keluarga yang sangat bergantung pada satu orang sebagai sumber penghasilan. Jika suatu hari pencari nafkah tidak dapat lagi bekerja karena masalah kesehatan atau cacat permanen, asuransi jiwa akan memberikan perlindungan finansial bagi seluruh keluarga. Dengan demikian, kelangsungan hidup anak dan istri akan selalu terjamin.

Selain itu, asuransi jiwa juga dapat berfungsi sebagai instrumen investasi untuk pemegangnya. Hal ini karena memiliki asuransi jiwa memungkinkan Anda mendapatkan pengembalian investasi di akhir masa kontrak. Durasi tanggung jawab umumnya lebih fleksibel, mulai dari 5 hingga 10 tahun.

Intinya, asuransi jiwa yang Anda miliki nantinya tidak akan merugikan. Malah, manfaatnya besar baik sebagai perlindungan maupun investasi. Sayangnya, masih banyak orang yang keliru tentang asuransi jiwa. Mereka sering menganggap bahwa asuransi jiwa adalah produk yang tidak perlu dan tidak akan digunakan.

4 jenis Asuransi Jiwa

Sebagai kepala keluarga, sudah sepatutnya menjadi pertimbangan dasar. Asuransi, seperti usaha “bersiap-siap sebelum hujan” yang sebenarnya belum terasa manfaatnya saat ini, tetapi di masa depan. Dalam asuransi jiwa, terdapat 4 model yang berbeda yang dipisahkan berdasarkan kebutuhan masing-masing calon pemegang polis. Perhatikan penjelasan lebih lengkapnya berikut ini, mari, agar lebih mudah memilih asuransi jiwa terbaik untuk Anda!

1. Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life Insurance)

Tidak seperti asuransi jiwa berjangka yang memiliki jangka waktu tertentu, Asuransi Jiwa Seumur Hidup atau Whole Life Insurance memberikan perlindungan sepanjang hidup pemegang polis. Umur yang ditetapkan adalah 99 tahun atau 100 tahun. Mengapa angka itu disebut sebagai seumur hidup? Menurut Badan Pusat Statistik, rata-rata angka harapan hidup warga Indonesia adalah 70 tahun.

Asuransi Jiwa Seumur Hidup ini akan mengembalikan seluruh premi yang telah dibayarkan dengan bunga sebesar 4% per tahun. Jika dihitung, jumlah ini tidak terlalu besar terutama setelah dipotong pajak. Namun, keuntungannya, premi asuransi tidak akan hilang jika tidak ada klaim, sehingga dapat diperoleh secara keseluruhan ketika kontrak berakhir. Untuk mendapatkan semua keuntungan itu, tentu ada biaya yang harus dibayar lebih, yaitu jumlah premi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan asuransi jiwa berjangka.

2. Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life Insurance)

Sesuai dengan namanya, jenis asuransi jiwa ini memberikan perlindungan untuk jangka waktu tertentu. Ini mengikuti kontrak formal dengan durasi yang umumnya ditetapkan selama 5, 10, atau 20 tahun, sesuai dengan konvensi industri asuransi. Karena tidak ada periode kontrak formal setelah jatuh tempo, asuransi jiwa berjangka lebih terjangkau. Rentang kontribusi premi dapat dimulai dari Rp 250.000 per bulan. Meskipun ekonomis, premi yang telah dibayarkan dapat hilang jika tidak ada klaim setelah polis berakhir.

3. Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment Insurance)

Selanjutnya, ada asuransi jiwa dwiguna. Asuransi jiwa ini menawarkan 2 manfaat. Dengan kata lain, ada gabungan antara asuransi berjangka dan deposito untuk pendidikan anak atau biaya pensiun. Banyak orang yang sudah lanjut usia tergoda untuk mengamankan dana pendidikan anak atau memastikan stabilitas keuangan mereka setelah pensiun. Keuntungan lain yang berbeda dari asuransi jiwa berjangka adalah manfaat hidup yang diberikan kepada pemegang polis. Jika pemegang polis masih hidup saat polis jatuh tempo, dana asuransi akan dibayarkan oleh perusahaan asuransi. Periode validitas bervariasi, mulai dari 10 tahun hingga usia tertentu, misalnya 60 tahun.

4. Asuransi Jiwa Berlinkungan (Linked Insurance)

Terakhir, asuransi jiwa berlinkungan bisa dianggap sebagai primadona di industri ini. Menggabungkan investasi dengan asuransi jiwa dan kesehatan, model asuransi ini sangat cocok bagi mereka yang ingin investasi finansial sambil tetap mendapatkan perlindungan jiwa dan kesehatan yang berkelanjutan.

Investasi modal dalam asuransi berlinkungan didorong oleh industri asuransi sehingga pemegang polis hanya perlu duduk manis dan mendapatkan pembaruan bulanan tentang angka investasinya. Namun, keuntungan atau kerugian dari investasi sepenuhnya ditanggung oleh pemegang polis. Dari total premi, biasanya 20% dialokasikan untuk investasi, dan sisanya 80% digunakan untuk mengamankan asuransi jiwa pemegang polis. Sayangnya, hasil investasi baru bisa dinikmati pada tahun kelima, karena tidak perlu membayar premi lagi.

Baca Juga : Pilih Asuransi Pendidikan Terbaik di Indonesia

Tips Memilih Asuransi Jiwa

Agar tidak ragu dan tersesat, berikut adalah beberapa tips memilih asuransi jiwa terbaik dari kami:

1. Lakukan penelitian yang menyeluruh

Penelitian yang dilakukan seharusnya bertujuan untuk memahami secara mendalam tentang asuransi jiwa. Ini mencakup jenisnya, manfaatnya, dan cakupan perlindungannya. Bagi para pemula, penelitian ini sangat penting untuk menghindari terjebak oleh penawaran agresif dari agen asuransi. Pelajari baik dan buruknya produk asuransi yang ditawarkan. Dapatkan sebanyak mungkin informasi tentang produk keuangan dari situs asuransi Generali.

2. Pahami ‘aturan mainnya’

Setelah penelitian dilakukan secara mendalam, kenali ‘aturan main’ dalam dunia asuransi jiwa. Harus diketahui bahwa ada produk asuransi jiwa yang menawarkan jumlah garant yang besar namun dengan syarat premi akan hilang jika melanggar ketentuan kontrak tertentu, atau sebaliknya, dengan jumlah garant yang kecil tetapi pengembalian premi dalam periode waktu tertentu.

3. Pilih premi asuransi yang sesuai dengan anggaran

Setelah Anda mengidentifikasi tujuan memiliki asuransi jiwa, lanjutkan untuk memilih produk asuransi jiwa yang menawarkan premi sesuai dengan anggaran Anda. Sebagian besar asuransi jiwa terbaik memiliki proteksi tambahan yang dapat mempengaruhi jumlah premi, seperti jaminan penyakit kritis dan kecelakaan. Jika Anda memilih jenis perlindungan ini juga, premi mungkin lebih tinggi.

4. Contoh Garansi Asuransi Jiwa

Sekarang mari kita ilustrasikan bagaimana asuransi jiwa terbaik melindungi keuangan dan keluarga Anda melalui sebuah cerita sederhana. Bayangkan seorang karyawan berusia 30 tahun dengan pendapatan sekitar Rp8 juta per bulan.

Dia bebas dari utang, ditanggung asuransi kesehatan oleh kantor, dengan hanya pembayaran kredit KPR sebesar Rp2 juta per bulan selama 10 tahun. Kondisi ini dapat dianggap stabil, dengan tujuan utama untuk melindungi keluarga dari risiko yang tidak terduga. Oleh karena itu, dia memilih Asuransi Jiwa Dwiguna dengan kontrak 25 tahun dan jaminan sebesar Rp500 juta.

Jika dia meninggal dunia 20 tahun kemudian, keluarganya akan menerima warisan sebesar Rp500 juta. Jika dia masih hidup hampir habis masa kontrak selama 25 tahun, keluarganya akan tetap menerima warisan sebesar Rp500 juta.

Tingkat pemahaman tentang asuransi mungkin masih kurang di Indonesia. Berbeda dengan negara maju seperti Jepang, di mana hampir semua penduduknya terutama yang berusia produktif sudah memiliki polis asuransi jiwa.

Ingat! Asuransi jiwa tidak selalu mahal, semuanya dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda di masa depan. Saat ini banyak produk asuransi jiwa terbaik dengan premi yang terjangkau dan jumlah garansi yang cukup besar. Intinya, belilah sesuai dengan kebutuhan, pahami syarat dan ketentuan asuransi yang berlaku sebelum memilikinya.

5. Bertanya kepada Konsultan Asuransi atau Agen yang Berlisensi

Jika masih ragu dan khawatir tentang manfaat perlindungan yang akan diberikan oleh produk asuransi itu, sebaiknya langsung bertanya kepada konsultan asuransi atau agen yang telah disiapkan dan memiliki lisensi agar semua pertanyaan yang muncul di benak Anda terjawab dengan baik.

Permasalahan yang biasa terjadi di masyarakat membuat banyak orang malu dan takut untuk mengungkapkan permasalahan yang ada dalam pikiran mereka, akibatnya mereka kembali ke rumah dengan membawa sejumlah masalah.

Penutup

Demikianlah yang dapat admin sampaikan, semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca. Jangan lupa untuk membagikan dan memberikan komentar di bawah ini. Terima Kasih.


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *